J3vn7LjaLVt44mwdSEBHCcM3KfwTfocqV7h5cSq7

3 Jalur Menjemput Jodoh

Siapa sih yang tidak ingin menikah? Siapapun kamu, apapun profesi kamu, pastinya punya keinginan untuk memiliki pasangan dalam menjalani hidup bersama.

Secara alamiah, setiap manusia memiliki ketertarikan terhadap lawan jenis. Namun ketertarikan terhadap lawan jenis harus diatur agar tidak melanggar norma-norma yang berlaku, baik itu norma agama maupun norma budaya yang berlaku di masyarakat.

Dalam agama Islam, dianjurkan untuk menyegarakan menikah bagi seseorang yang sudah mampu untuk melangsungkan pernikahan. Namun, jika kamu belum mampu, maka solusinya tiada lain adalah berpuasa. Dengan begitu, akan terjaga kehormatan diri, keluarga dan agama.

Oleh karena itu, diharamkan bagi setiap insan untuk menekati zina. Salah satu contoh perbuatan yang mendekati zina adalah pacaran.

Sebagaimana diketahui bersama, banyak disekitar kita, terutama para remaja, banyak yang melakukan pacaran. Baik itu dengan alasan supaya semangat belajar lah, atau alasan apapun sebagai dasar mereka untuk membenarkan perbuatan pacaran.

Tidak sedikit dari mereka, yang bermula dari cuma WA-an, teleponan, berakhir pada perbuatan yang keji yaitu zina.

Ingat, setan tidak akan pernah menyerah untuk terus menggoda anak adam agar dapat mengikuti jalan mereka. Untuk membentenginya, kita harus selalu menjaga iman kita, meningkatkan ilmu kita, dan selalu menjauhi perbuatan yang sia-sia, apalagi perbuatan yang haram.

Bagi kamu yang merasa sudah mampu untuk menikah, berikut tiga jalur dalam berproses menjemput jodoh:

1. Jemput Jodoh dengan Jalur Negeri

Apasih jalur negeri? kayak mau ikut CPNS aja.

Jalur negeri disini adalah kamu berproses menjemput jodoh dengan cara kamu mempercayakan kepada pihak ketiga. Pihak ketiga disini bisa guru, guru ngaji, orang tua, atau seseorang yang kamu percayai.

Dalam jalur ini, kamu sepenuhnya mempercayakan kepada pihak ketiga untuk menentukan siapa calon yang akan dipertemukan. Kamu sama sekali tidak tahu siapa yang akan menjadi calon istrimu.

Berikut ini langkah-langkah yang akan kamu tempuh apabila memilih jalur negeri:

1. Niat

Dasar dari setiap amal adalah bagaimana niatnya. Tidak terkecuali dalam menikah, niatkan dengan baik. Niatkan bahwa niat kamu menikah adalah untuk beribadah, untuk melaksanakan dan mengikuti sunnah Rasul.

2. Siapkan Curriculum Vitae (CV) Ta'aruf.

Kok CV sih, kayak mau ngelamar kerja aja. Ya memang begitu, tempat kerja yang kita ajukan lamaran saja ingin tahu profil kita sebagai pelamar. Perusahaan tidak mau sembarangan menerima calon karyawannya. Apalagi calon pendamping kita yang mana akan menjalani hidup bersama bukan untuk masa yang sebentar. Penting sekali untuk mengetahui profil masing-masing calon.

Dalam CV ini memuat informasi seputar info dasar seperti nama, alamat, tempat tanggal lahir, orang tua, pekerjaan, penghasilan dan suasana tempat kerja. Tidak hanya itu, di dalam CV juga diinformasikan tentang visi, misi, dan tujuan kamu menikah. Bagaimana rencana kamu ke depan, baik rencana jangka pendek dan jangka panjang.

Oh ya, keuntungan lain dari membuat CV adalah memudahkan kamu nantinya saat bersilaturahim dengan keluarga calon kamu. Kamu tidak perlu repot memperkenalkan diri kamu secara rinci, karena biasanya keluarga juga sudah membaca CV yang kamu kirimkan.

Kamu perlu contoh format CV Ta'aruf? Tulis di komentar ya, insyaAlloh akan saya kirim contoh form CV Ta'aruf yang bisa kamu gunakan.

3. Menyerahkan CV Ta'aruf ke pihak ketiga.

Dalam tahap ini, kamu menyerahkan CV yang telah kamu buat ke pihak ketiga. Biasanya pihak ketiga ini akan menelaah CV kamu. Tujuannya untuk menyelaraskan profil kamu, akan dita'arufkan dengan calon yang sekufu dengan kamu.

Apasih sekufu? Sederhananya adalah setara dalam beberapa hal, misalnya saja dalam keilmuan.

Kenapa sih harus sekufu, kan bisa random sama siapa saja?
Yakin bro kamu mau sama siapa aja? Nih saya kasih contoh.

Misalnya aja kamu ketemu sama seseorang yang sama sekali beda latar belakang keilmuan, kira-kira bakal nyambung ga topik obrolannya? Ya kalau cuma ngobrolin hal yang ga bermanfaat sih bisa nyambung-nyambung aja. Tapi kalau udah masuk ke topik yang kamu kuasai dan biasa kamu dalami, misal tentang A, eh si doi malah ngaler ngidul ngobrolin ga jelas. Kan jadi illfeel bro.

So, penting banget buat kamu bikin CV ini.

4. Tukar CV Ta'aruf Antar Calon

Setelah pihak ketiga menentukan calon yang dirasa sekufu, kamu akan bertukar CV dengan calon yang sudah ditentukan oleh pihak ketiga. Kamu akan menerima CV calon kamu yang bisa kamu gali dan tela'ah informasi dasar seputar calon kamu.

Pada tahap ini, kamu sudah mendapatkan gambaran siapa dan bagaimana calon pendampingmu. Jika kamu cocok dengan kriteria yang telah dijelaskan dalam CV calonmu, maka kamu bisa lanjut pada tahap berikutnya. Namun jika belum cocok, sampaikan kembali ke pihak ketiga untuk dapat dicarikan kembali calon yang lain. Ingat, kamu harus bisa menjelaskan secara logis alasan kamu menolak dan tidak melanjutkan ke tahap selanjutnya.

5. Pertemuan Antar Calon

Nah, kalau kamu sudah merasa cocok dengan informasi calon yang sudah kamu peroleh dari CV, tahap  selanjutnya adalah pertemuan antar calon didampingi oleh pihak ketiga.

Pada tahap ini, kamu bisa menanyakan hal-hal yang sekiranya penting untuk kamu ketahui yang belum tercantum pada CV. Kalau kamu merasa grogi atau gugup karena ini adalah pertemuan pertama, kamu bisa komunikasikan dahulu ke pihak ketiga untuk dibantu dalam komunikasi.

Jika setelah pertemuan ini kamu merasa cocok, maka kamu dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.
Tahap berikutnya tidak akan saya jabarkan panjang lebar, karena tahap berikutnya lebih kepada tahap lanjutan, yaitu komunikasi antar calon dengan keluarga masing-masing.

2. Jemput Jodoh dengan Jalur Semi Negeri

Pada dasarnya jalur semi negeri ini sama dengan negeri. Perbedaannya terletak pada penentuan calon.

Pada jalur negeri, kamu sama sekali tidak mengetahui siapa calon yang akan berproses ta'aruf. Kamu sepenuhnya menyerahkan kepada pihak ketiga.

Sedangkan pada jalur semi negeri, kamu sudah menentukan calon yang akan kamu nikahi. Namun tetap melalui pihak ketiga untuk memediasi proses ta'aruf. Begitu juga tahapan-tahapan yang dilalui secara umum sama dengan jalur negeri, jadi tidak perlu saya jabarkan kembali.

3. Jemput Jodoh dengan Jalur Swasta

Berbeda dengan jalur negeri dan semi negeri, jalur ini tidak melibatkan pihak ketiga.

Pada jalur ini kamu sudah menentukan siapa calonmu dan kamu langsung menyampaikan niat kamu untuk menikahinya. Namun tetap wajib memperhatikan batasan-batasan antara ikhwan dan akhwat.

Saya sarankan tetap menggunakan CV Ta'aruf agar memudahkan kamu dalam mengenali informasi dasar calonmu. Juga untuk meminimalisir komunikasi yang tidak perlu agar terhindar dari fitnah-fitnah keji, terutama zina.

Semoga dimudahkan dalam berproses menjemput jodoh. Terus berikhtiar dan bertawakkal. InsyaAlloh bertemu pada saat dan tempat yang tepat.
Related Posts
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment