J3vn7LjaLVt44mwdSEBHCcM3KfwTfocqV7h5cSq7

Kehamilan Pertama

Sepuluh hari yang lalu, tepatnya Sabtu 14 September 2019, waktu shubuh, raut wajah istri saya terlihat gembira. Bagaimana tidak, sambil keluar dari kamar mandi, istri saya menyodorkan satu buah "stik" yang menunjukkan garis dua tergambar, walau satu garis terlihat kurang pekat.

Ya, kala itu adalah telat datang bulan pada hari yang ke-3. Istri saya sedikit kurang yakin, sehingga pada pukul 7 pagi kembali tes pack untuk lebih meyakinkan lagi. Hasilnya pun sama, garis dua.

Bahkan keesokan harinya pun kembali tes kehamilan sebanyak dua kali, dan hasilnya pun tidak berubah.

Kami pun memutuskan untuk cek ke dokter, namun karena hari itu akhir pekan, dokter yang khusus menangani kehamilan sedang libur. Jadi kami memutuskan untuk cek ke dokter pada hari senin.

Selepas dzuhur pada hari senin, kami langsung bergegas ke klinik Bunda Nanda yang terletak di Desa Cipadung Kecamatan Cibiru Bandung. Dokter yang bertugas saat itu adalah dr. Annisa.

Setelah melakukan pendaftaran, kami mendapat nomor urut ke-13. Namun karena pendaftar sebelumnya ada yang belum hadir, kami pun masuk lebih cepat 3 orang.

Kami sampaikan kepada dokter bahwa hasil tes kehamilan menunjukkan hasil positif.

Dokter meminta istri untuk rebahan di tempat yang telah disediakan untuk dilakukan USG.

Karena usia kehamilan masih sangat muda, baru sekitar 2 hari, sehingga sama sekali belum terlihat di layar USG.

Dokter menyarankan untuk cek kembali sekitar 1 bulan kedepan sembari memberikan saran dan resep. Resep tersebut diantaranya adalah asam folat, penguat dan obat anti mual.

Sore harinya, kami mencari obat sesuai resep ke beberapa apotek. Ternyata tidak semua apotek menyediakan obat tersebut. Akhirnya kami mendapatkan obat tersebut di apotek Rancaekek.

Malam harinya, istri mulai minum obat resep dari dokter. Namun setelah beberapa kali minum obat, perut istri mulai terasa sakit dan mual.

Saat ditanyakan ke Kakak terkait hal tersebut, ternyata sakit dan mual adalah hal yang wajar saat hamil muda.

Setelah dua hari, saya menyarankan untuk menghentikan minum obat terlebih dahulu. Kami berencana untuk mengkonsultasikan kembali kepada dokter. Namun kami memutuskan untuk mencoba konsultasi ke dokter yang lain.

Kami memutuskan untuk cek di dr. Ali yang bertugas di Rumah Sakit Umum Harapan Keluarga Rancaekek.


Bersambung...
Related Posts
SHARE
Newest Older

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment