J3vn7LjaLVt44mwdSEBHCcM3KfwTfocqV7h5cSq7

Menolak Jenuh


Rutinitas yang sama dan selalu berulang setiap hari, ada saatnya menimbullkan rasa jenuh.

Rasa ingin menyudahi, berhenti melakukan pekerjaan yang menjadi kegiatan rutin dalam rentang waktu yang lama.

Ya, rasa jenuh pasti pernah dirasakan oleh siapa saja yang memliki pekerjaan yang aktifitasnya selalu berulang setiap hari. Berangkat shubuh pulang isya. Berangkat saat anak belum bangun dan pulang saat anak sudah tidur.

Jarak kantor yang jauh, ditambah macet, menjadi bumbu-bumbu rutinitas. Ditambah lagi tugas numpuk yang harus selesai secepatnya. Kelimpungan dan stress dibuatnya.

Aargghh,,, serasa ingin teriak sekerasnya.

Terbersit di pikiran, "apa saya harus berhenti saja ya, cape, pindah aja kerajaanya ke tempat lain, kali aja lebih santai".

Setelah dipikirkan kembali, itulah resiko pekerjaan, terutama bagi saya yang kerja kantoran. Tidak ada pekerjaan yang ringan dan santai. Semua menuntut dan menguras energi. Bahkan yang wirausaha sendiri pun sama. Tidak ada tempat untuk orang yang malas.

Memperbaharui Niat

Menjalani setiap aktifitas tidak ada nilainya jika tidak dibarengi dengan niat yang baik. Ya, hanya dapet cape nya aja.

Saat kejenuhan melanda, perbaharuilah niat. Karena setiap amalan dan kerjaan bergantung pada niatnya. Yang paling utama, niatkan ibadah. Niatkan sebagai ladang amal dalam jihad memberi nafkah keluarga.

Sebagaimana disampaikan oleh Imam Nawawi dalam kitab Nashaihul Ibad

“Perbaharuilah perahumu, karena lautan sangatlah luas.”

Dalam artian, perbaharuilah niat, karena perjuangan masih sangat panjang.

Jalani dengan Bahagia

Apapun pekerjaan yang sedang kita kerjakan akan terasa ringan jika dikerjakan dengan happy. Apalagi pekerjaannya merupakan hobi yang disukai. Namun apabila pekerjaan yang dilakukan bukan hobi, buatlah anda menyukai pekerjaan tersebut.

Mengingat Keluarga

Satu poin penting yang bisa dilakukan setelah memperbaharui niat adalah mengingatkan diri bahwa ada keluarga yang harus dinafkahi. Ada anak yang membutuhkan susu untuk minumnya.

Bagaimana bisa menghidupi keluarga kalau kita tidak bekerja, betul?

Memang benar, rizki sudah ada Allah yang mengatur. Namun rizki itu tidak tiba-tiba datang turun dari langit. Karena itulah ada istilah menjemput rizki.

Ya, rizki harus dijemput, rizki tidak datang dengan kemalasan. Rizki diraih dengan kesungguhan dalam mendapatkannya.

Bersyukur

Jika dlihat dan ditafakuri, sangat patut disyukuri atas pekerjaan yang sedang kamu jalani. Ada banyak orang lain yang memiliki pekerjaan yang tidak layak, yang dibayar dengan gaji yang sangat jauh memprihatinkan. Bahkan kalau mau melihat lebih jauh, bagaimana banyak diantara masyarakat kita yang sulit sekali untuk mendapat pekerjaan, padahal mempunyai pendidikan yang cukup tinggi.

Poinnya adalah tetap bersyukur atas apa yang dimiliki. Kita tidak akan pernah merasa puas atas apa yang dimiliki jika tidak dibarengi dengan rasa cukup dan syukur.

Pandanglah kebawah dalam hal harta, karenanya akan membuat kita selalu bersyukur atas apa yang dimiliki.

Berdo’a dan Tawakkal

Senjata seorang mu’min adalah do’a. Tidak lengkap apabila setiap aktifitas tidak dibarengi dengan berdo’a.  Berpasrah dan menyerahkan segala urusan kepada Sang Pengatur Urusan. Tugas kita hanya berikhtiar dan berjuang. Semoga Allah selalu memberikan keberkahan atas apa yang kita kerjakan.



Related Posts
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment